Mencoba Kreatif Bukan Plagiat

Mencoba Kreatif Bukan PlagiatSudah hampir setahun lebih saya  tidak menulis lagi di blog ini. Setahun ini hanya berkutat bagaimana mencari strategi jualan yang tepat dan efektif, entah itu berhasil atau belum, tapi saya sangat menikmatinya. Akhirnya di tahun 2013… jujur saja lumayan jenuh… setiap hari yang saya lakukan foto2 produk, edit2 katalog, cek ongkos kirim, cek transferan, balas sms/inbox/bbm, kirim paket, kirim resi terus berulang setiap hari. Jenuh bukan berarti tidak mensyukuri, tapi lebih merindukan rutinitas yang berbeda dan lebih baik.

Saatnya merubah presentasi aktifitas, kalau tahun kemarin 50% lebih waktu habis untuk pekerjaan, tahun ini ingin 50% lebih untuk keluarga. Pagi2 bersepeda ke pasar melewati sawah2  sambil menghirup segarnya udara segar, heeem… rasanya adem di badan dan pikiran, masak makanan favoritnya untuk si kecil dan berakhir pekan berenang menghabiskan waktu dengan suami dan anak2, waktu bersama keluarga adalah segalanya, mungkin bagi ABG sekarang, waktu bersama sang do’i adalah kebutuhan! wkwkwkwkwk…

Mencoba kreatif, saatnya sedikit mengerem promosi2 jualan, saatnya tancap gas produksi sendiri yang lebih  maksimal, mulai dari bahan baku, proses produksi dan distribusi. Nulis kayak gini rasanya kayak bermimpi. Karena selain butuh waktu, tenaga yang ngerjakan dan pastinya harus putar otak untuk atur perputaran uang. Kalau berjualan menurut saya itu adalah seni, barang dan harga yang  dijual hampir sama dengan toko sebelah, yach sebelas duabelaslah dan seninya adalah bagaimana cara kita bertransaksi, bagaimana cara kita menyakinkan pembeli untuk mau membeli barang kita, bagaimana cara pelayanan kita saat konsumen komplain dengan kerja kita yang dinilai kurang. Menurut saya “Ada seratus penjual yang berani banting harga dengan hanya mengambil laba 100-200 perak perbarang, tapi diantara seratus penjual hanya 10-20  penjual yang berani bertanggung jawab atas kinerjanya yang buruk, sisanya lempar batu potong tangan alias memutuskan jalur komunikasi”

Bukan plagiat, untuk membuat barang baru pasti ada barang lain yang menjadi inspirasi, kalau jaman saya kuliah dulu (kalau nulis kata “kuliah” jadi inget kuliah saya belum lunas sampai hari ini, mohon doanya semoga segera bisa melunasi) kata dosen saya kuncinya ATM (Ambil Tiru Modifikasi), realitanya kebanyakan hanya ATB (Ambi+Tiru+Banting harga), tidak perlu saya memberi contoh ATB itu seperti apa, sudah rahasia umum kalau “pengrajin nakal” menjual pakai katalog asli (produk asli) tapi barang yang dijual buatan sendiri dengan kualitas yang sangat jauh berbeda. Kejadian seperti ini banyak saya temui setiap hari, saran dari saya “Jadilah pembeli yang cerdas, ada harga maka ada mutu” jadi jangan tergiur harga murah terus langsung beli, pas barang sudah datang (khusus beli online) menyesal akhirnya, bahan dan kualitas barang jelek”. Banyak saya temui teman saya marah2 dia merasa ditipu, barang yang dia beli dengan harga murah tidak sesuai fotonya, kalau menurut saya pembelinya yang kurang teliti, jika barang kualitas bagus dijual dengan harga sangat murah, mungkin penjualnya akan masuk ke golongan yang berani banting harga terus potong tangan, heheheee biasanya sich ada sedikit cacat barangnya kalau seperti itu.

Mencoba kreatif bukan plagiat menurut Anda?🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s