Alasan Yang Sama

Semalam kita duduk diantara gerobak kosong

Tikus-tikus kecil berlarian diantara kaki kita

Udara malam smakin tak bersahabat

Kita hanya sibuk saling beradu keegoan

Aku telah menjadi orang gila untuk menemukanmu

Kau sempat pergi disaat kepastian di depan mata

Seribu alasan menutupi sikap pengecutmu

Semua itu tak akan sanggup meluluhkan hatiku

Hari ini aku berharap janjimu terpenuhi

Lagi-lagi telingaku mendengar alasan yang sama

Ingin kusiramkan kopi pahitku ke mukamu

Tapi tanganku cukup sayang dengan halus senyumanmu

Mungkin aku harus terima dengan ramalan itu

Tapi aku nggak mau menelan kepahitan begitu saja

Aku siap berkejar-kejaran diantara waktu dan keadaan

Karena kakiku terlanjur menginjak ranjau yang kau pasang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s