Berantai Bunga

Jabat tangan dihiasi mantra

Duduk bersebelahan berantai bunga

Para penyejuk jiwa bersaksi

Sang ahli menuntun lembaran baru

Kulit terasa dingin membelai

Wajah tertunduk penuh doa

Satu kecupan lembut penuh nafsu

Mengawali penderitaan panjang

Butuh tiga tahun belajar berjalan

Saat mampu berdiri sendiri

Tuhan memanggil jiwa tuk kembali

Hingga sampai sekarang meratapi penyesalan

Terbelenggu oleh cinta hitam

Nyaman terasa saat bukan jiwanya

Hingga malaikat datang menjemput

Aku masih terkubur di tumpukan sampah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s