Restu Tanpa Cinta

Malam yang aku tunggu sudah datang

Noda telah terungkap

Hati gelisah telah terobati

Air mata mengalir berhenti sampai di sini

Aku terikat jalinan tanpa batas

Sebatas keringat mengalir di ujung jari

Aku menentukan sendiri garis hidupku

Tapi hanya sebatas sejengkal telapak tangan

Menikmati rindu yang menggebu

Menunggu hembusan nafas terakhir

Bercinta di atas ranjang yang tenang

Dengan restu tanpa cinta

Tuhan sangat adil dengan ciptaanNya

Tuhan sangat sayang dengan hambaNya

Hidupku sangat indah untuk dilewatkan

Karena rezeki tidak pernah tertukar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s