Lahirnya Cahaya -01-

19012048_1Aku terbangun saat matahari membelai kulitku yang halus. Senyuman manis ibu dan kata “ayo bangun, sudah pagi”. Itu peristiwa pertama yang masih aku ingat, saat pertama kali aku sadar bahwa aku sudah terlahir di dunia.

Aku lupa waktu itu usiaku berapa tahun, yang kuingat, aku belum bisa berjalan sendiri. Aku berjalan menggunakan alat bantu atau harus dipegang kedua jemariku oleh ibuku.

Setiap pagi dan sore, seusai mandi, ibu selalu menggendongku dengan jariknya sambil menyuapi aku makan di teras rumah. Rumahku dekat dengan jalan raya. Jalan utama antar kabupaten. Jadi situai jalan sangat ramai hingga sekarang. Aku disuapi sambil melihat lalu lalang para pengguna jalan atau kendaraan dengan berbagai bentuk dan merek.

Saat itu, yang kuingat, aku adalah anak yang paling beruntung. Aku hidup dalam keluarga yang sangat berkecukupan. Segala yang terbaik dan terindah tak pernah absen menempel  di badanku. Mulai dari pakaian, mainan sampai dengan makanan dan susu yang terbaik dan termahal pernah aku cicipi.

Aku anak yang paling bahagia, semua keinginanku selalu ada dan memiliki keluarga yang sangat sayang dan selalu menjadikanku pusat perhatiannya. Karena saat itu, aku adalah anak pertama dan cucu pertama dalam keluarga ibuku.

Mungkin tahun 88-89 adalah tahun terindah dalam hidupku, tanpa mengenal kesediahan dan tanpa pengalami kepahitan hidup yang terlalu awal untuk aku jalani.

4 Tanggapan to this post.

  1. Assalamua’alaikum. Wr.Wb

    salam kenal… :P
    Nice Blog.. :D

  2. mampir dan baca-baca, blog ini enak dibaca daripada dikomentarin, jadi maaf ya kalau jarang comment.

  3. (nikz)
    mbak, ada award di blogku. silahkan diambil.

  4. Masa kecil memang masa yang terindah….syukurilah hidup ini, hingga seumur sekarang Allah masih melimpahkan kasih dan sayangnya untuk kita semua…. syukur…..Alhamdulillah….

Tanggapi posting ini

Anda harus login untuk menuliskan komentar.