Mimpi Kami 31 Maret 2009
Posted by enengnurul in Puisiku.2 comments
Badai telah berlalu
Kiasan atas semua ujian yang telah kita jalani
Merpati tak pernah ingkar janji
Laksana hatimu yang kau ikrarkan hanya untuku seorang
Kami sempat menuliskan sejuta mimpi indah
Mimpi dari dua hati yang belajar untuk hidup
Bukan harta berlimpah dan derajat yang tinggi
Tapi hanya…
Semoga hati kami tidah hanya saling memeluk di dunia saja
Hidup bukan hanya mengejar keindahan maya
Kami bisa menyikapi dengan kejernihan hati
Serta tidak pernah puas untuk mejalani hidup diantara sujud
Meski jiwa kami tak seputih kain kafan
Jasad kami tak sesuci lantai masjid
Meski kami tak luput dari nikmatnya nafsu dosa
Tapi kami ingin bisa menghargai yang masih tersisa
Hai Sahabat Blogger!!! 17 Maret 2009
Posted by enengnurul in Puisiku.12 comments
Selamat Datang Di…
Makasih banget, sudah sempat mampir di blog saya. Tulisan orisinil saya hanya terdapat pada kategori “Curhat” berisi curahan hati saya pada saat itu.
Kategori “Puisiku” berisi puisi2 yang saya buat sendiri untuk orang2 yang spesial di hati saya dan kategori “Puisinya” berisi puisi2 yang di tuliskan oleh orang lain yang spesial ditujukan buat saya.
Kategori “Kisah Nyata” di sini saya mencoba menyajikan sebuah kisah nyata yang aku peroleh dari seseorang dan sekelilingnya. Saya hanya mencoba untuk menceritakan kembali dan semoga ada hikmah dibalik kisah ini.
Selebihnya merupakan hasil tulisan orang lain dengan tujuan saya membantu menginformasikan saja dan tidak lupa saya cantumkan sumbernya.
Kawatir Nggak Sich?! 16 Maret 2009
Posted by enengnurul in Curhat.7 comments
Tadi siang… dia memberiku pertanyaan, “apakah kamu punya rasa kawatir terhadapku?”. Lalu kujawab “tidak”. “Yakin, tidak ada ada rasa kawatir sedikit pun? misalnya tidak ada rasa kawatir jika terjadi apa-apa terhadapku?” tanya dia lagi. Jawabanku tetap “tidak”.
Kemudia dia menyimpulkan “kalau orang suka/sayang/cinta/serius dengan seseorang, pasti dia memiliki rasa kawatir terhadap orang yang di suka/sayang/cinta/serius -i-nya, jadi kalau kamu tidak ada rasa kawatir sedikitpun, berarti kamu BOHONG kalau kamu suka/sayang/cinta/serius) sama saya!”.
Jawaban saya tetap “tidak”. Kalau ditanya alasannya “setiap orang punya definisi dan caranya sendiri dalam menunjukkan rasa suka/sayang/cinta/serius dengan pasangannya, dan rasa suka/sayang/cinta/serius itu tidak bisa dinilai kadar atau tingkatnya hanya dari seberapa besar rasa kawatir itu ada.
Menurut kamu?
Bermain Api 16 Maret 2009
Posted by enengnurul in Puisiku.1 comment so far
Kamu bilang kangen
Padahal sepasang burung merpati tak setia lagi
Kamu bilang hatimu hanya untukku
Tapi aku tak sanggup lagi menitipkan hatiku padamu
Lupakan aku
Jika sakit hatimu tak mampu kusembuhkan lagi
Simpan kembali senyumanku
Jika itu bisa mengobati kerinduanmu
Aku telah bermain api
Api yang sempat kau padamkan saat aku terbakar
Kau telah mendinginkan hatiku yang panas
Memberikan sejenak kesejukan yang sulit kudapatkan
Kini…
Aku memilih hidup dalam api itu
Kau terlalu berharga untuk kumiliki
Aku yakin…
Kamu lebih berhak mendapatkan yang lebih baik dari aku
Doa Kami Berdua 14 Maret 2009
Posted by enengnurul in Puisiku, Puisinya.2 comments
Ya Allah…
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul
untuk mencurahkan cinta hanya kepada-
Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru [di
jalan]-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu
maka kuatkanlah ikatan pertaliannya.
Ya Allah…
Abadikan kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan
cahaya-
Mu yang tidak pernah redup,
lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal
kepada-Mu,
hidupkanlah dengan ma’rifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di
jalan-Mu.
Sesungguhnya Engkau sebaik- baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Amin.
Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurah kepada Mudammad SAW,
kepada
keluarganya dan kepada semua sahabatnya.
Ya Allah…
Hari ini dua hamba-Mu yang dhaif mematri janji di hadapan kebesaran-Mu.
Kami tahu tidak mudah untuk memelihara ikatan suci ini dalam naungan
ridha
dan maghfirah-Mu.
Kami tahu, amat berat bagi kami untuk mengayuh perahu rumah tangga kami
menghadapi taufan godaan di hadapan kami.
Karena itulah, kami datang memohon rahman dan rahim-Mu.
Tunjukilah kami jalan yang lurus,jalan orang-orang yang lebih Engkau
anugerahi kenikmatan,
bukan-nya jalan orang-orang yang Engkau timpai kemurkaan,
bukan pula jalan orang-orang yang Engkau tenggelam dalam kesesatan.
Sinarilah hati kami dengan cahaya petunjuk-Mu.
Terangilah jalan kami dengan sinar taufik-Mu.
Kalau Engkau berkenan menganugerahkan nikmat-Mu atas kami,
bantulah kami untuk banyak berdzikir dan bersyukur atas nikmat-Mu itu.
Hindari kami dari orang-orang yang terlena dalam kemewahan dunia.
Lembutkan hati kami untuk merasakan curahan rahmat-Mu.
Ya Allah…
Indahkanlah rumah kami dengan kalimat-kalimat-Mu yang suci.
Suburkanlah kami dengan keturunan yang membesarkan asma-Mu.
Penuhi kami dengan amal shaleh yang Engkau ridhai.
Jadikan mereka Yaa…Allah teladan yang baik bagi manusia.
Ya Allah…
Damaikanlah pertengkaran di antara kami, pertautkan hati kami, dan
tunjukkan kepada kami jalan-jalan keselamatan.
Selamatkan kami dari kegelapan kepada cahaya.
Jauhkan kami dari kejelekan yang tampak dan tersembunyi.
Ya Allah…
Berkatilah pendengaran kami,
penglihatan kami,
hati kami,
suami/isteri kami,
keturunan kami dan
ampunilah kami.
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang.
Amiin…
Sumber: http://donnydoncrow.multiply.com/journal/item/129
Aku Titipkan Hatiku 14 Maret 2009
Posted by enengnurul in Puisiku.add a comment
Hariku kembali cerah
Secerah mentari menyambut udara pagi
Hatiku kembali tenang
Setenang pucuk-pucuk daun meneteskan embun
Aku titipkan hatiku yang hanya ada satu
Satu cinta dan sayang hanya untuk seorang
Seorang yang selalu aku percaya
Percayakan memiliki dan menjaga sampai dia tak sanggup lagi
Jika cinta harus memiliki
Aku tak akan sanggup memilikimu seutuhnya
Karena ragamu bagian dari orang lain
Dan ragaku bagian dari orang lain
Jika menjaga cinta adalah saling percaya
Walau ragaku tak ada di sampingmu lagi
Aku telah percayakan hati ini
Tak akan pernah termiliki oleh siapapun
Tak Akan Terulang Lagi 1 Maret 2009
Posted by enengnurul in Puisiku.1 comment so far
Semalam bersamamu
Penuh kasih sayang
Canda tawa
Tak lupa derai air mata
Kita saling menatap
Mengungkapkan sejuta keresahan
Mencari secuil kejujuran
Hingga hanya hati yang bisa menilai
Masih banyak penyesuaian diantara kita
Saling mensyukuri kekurangan
Saling menerima kenyataan pahit
Hanya untuk mimpi indah kita
Bulan ini kita rajut kembali ikatan hati ini
Saling mengerti dan memiliki
Kita yakin bisa menggapai kebahagiaan kita
Karena kita sudah membuktikan mampu melewati
Dua tahun yang tak akan terulang lagi





