Ridlo_MU 18 Februari 2009
Posted by enengnurul in Puisinya.add a comment
Hampir dua tahun perpisahan itu..
Mungkin tak terasa bagimu selama itu..
Tapi, tidak bagi aku..
Kau bilang selama itu hidupmu tak pernah sepi..
Hidup yang selalu terisi dengan para adam yang terpilih..
Tapi…
Kenyataan berkata lain…
Kenyataan membuatmu mengerti…
Saat semua sudah hancur..
Kudengar bisik lirih nan jelas di telingaku..
Semua..,
Semua sudah hancur…
Hanya sisa yang tertinggal dariku..
Tapi, jiwaku tak bisa termiliki oleh yang lain..
Aku..
Aku terima semua itu..
Tuhan…
Tuntun perjalanan kami..
Terangi jalan yang kami tapak’i..
Ya Allah… Ridlo’i kami..
Cinta; Adalah cinta yang terdiri dari dua insan saja
Dan tidak ada tempat bagi orang ketiga
Aku tahu engaku bukan yang pertama
Tapi, kuyakinkan kau adalah yang terakhir..
To: enengnurul
By: ardi_678@yahoo.co.id
Peristiwa Pagi 18 Februari 2009
Posted by enengnurul in Puisiku.add a comment
Nyanyian burung berbisik lembut di telingaku
Melantunkan seribu doa dan harapan
Mengingatkan aku untuk segera bangun
Memulai hari dengan mata penuh optimis
Deretan angka yang melingkar
Bayangan itu setiap hari menyambutku
Kalaupun tak ada pasti aku mencarinya
Karena dia menentukan apa yang akan aku kerjakan selanjutnya
“Selamat pagi sayang… udah pagi, bangun gih!”
Jariku tak pernah bosan mengirimkan pesan itu
Kepada seseorang yang telah aku temui
Beberapa jam yang lalu di alam mimpiku
Aroma pagi yang sungguh sejuk
Aku tak mau terlambat melewatkannya
Walaupun tak sehangat selimut tidurku
Karena peristiwa pagi lebih hangat dari apapun





