Masih Melekat 22 Februari 2009
Posted by enengnurul in Puisiku.add a comment
Banyak jiwa sang adam memeluk hatiku
Bermacam alasan dan pengorbanan
Mencoba merebut jiwa dan ragaku
Yang datang secara bersamaan
Banyak memori indah dan pahit masih melekat
Antara aku dan mereka
Sampai saat ini aku tak mampu melihatnya kembali
Karena cukup pahit bagi mereka mengingat senyumku lagi
Terima kasih cinta
Kalian membentuk karakter pribadiku
Sentuhanmu terlalu erat dari lainnya
Karena kalian memberiku jalan yang baik
Masih terlitas paras lembut
Hangatnya kasih sayang
Tatapan kwatir dan rasa cemburu
Atas diriku dari jiwamu
Ridlo_MU 18 Februari 2009
Posted by enengnurul in Puisinya.add a comment
Hampir dua tahun perpisahan itu..
Mungkin tak terasa bagimu selama itu..
Tapi, tidak bagi aku..
Kau bilang selama itu hidupmu tak pernah sepi..
Hidup yang selalu terisi dengan para adam yang terpilih..
Tapi…
Kenyataan berkata lain…
Kenyataan membuatmu mengerti…
Saat semua sudah hancur..
Kudengar bisik lirih nan jelas di telingaku..
Semua..,
Semua sudah hancur…
Hanya sisa yang tertinggal dariku..
Tapi, jiwaku tak bisa termiliki oleh yang lain..
Aku..
Aku terima semua itu..
Tuhan…
Tuntun perjalanan kami..
Terangi jalan yang kami tapak’i..
Ya Allah… Ridlo’i kami..
Cinta; Adalah cinta yang terdiri dari dua insan saja
Dan tidak ada tempat bagi orang ketiga
Aku tahu engaku bukan yang pertama
Tapi, kuyakinkan kau adalah yang terakhir..
To: enengnurul
By: ardi_678@yahoo.co.id
Peristiwa Pagi 18 Februari 2009
Posted by enengnurul in Puisiku.add a comment
Nyanyian burung berbisik lembut di telingaku
Melantunkan seribu doa dan harapan
Mengingatkan aku untuk segera bangun
Memulai hari dengan mata penuh optimis
Deretan angka yang melingkar
Bayangan itu setiap hari menyambutku
Kalaupun tak ada pasti aku mencarinya
Karena dia menentukan apa yang akan aku kerjakan selanjutnya
“Selamat pagi sayang… udah pagi, bangun gih!”
Jariku tak pernah bosan mengirimkan pesan itu
Kepada seseorang yang telah aku temui
Beberapa jam yang lalu di alam mimpiku
Aroma pagi yang sungguh sejuk
Aku tak mau terlambat melewatkannya
Walaupun tak sehangat selimut tidurku
Karena peristiwa pagi lebih hangat dari apapun
Kuharap… 16 Februari 2009
Posted by enengnurul in Puisinya.add a comment
Kita arungi
Kehidupan yang penuh cobaan
Penuh badai dan karang
Yang siap menerjang dan menghantam
Keilhaman yang hakiki
Kesucian hati nurani
Iringi langkah kita berlari
Lalui sosok figur insani
Butiran-butiran permata masa depan seakan ada dalam tatapanmu
Syair alunan lagu surgawi seakan telah kau rasakan
Seakan mengundang dan menebus jiwa kedamaian
“Ingatlah …
Tak akan pernah ada jalan mulus yang seperti kita bayangkan
Jalan yang halus bertaburkan bunga, serta aromanya yang akan iringi langkah kita
Masih banyak batu dan krikil tajam yang akan menghadang dalam kegersangan”
Oh tuhanku…
Do’aku…
Naungi kami ya Allah…
Dalam surga cintaMU…
To: enengnurul
By: ardi
Termiliki Seorang Saja 6 Februari 2009
Posted by enengnurul in Puisiku.1 comment so far
Saat kakiku menolak hangatnya selimut pagi
Kubaca lagi goresan tinta hatiku yang kau kembalikan
Belum sempat kuselesaikan semuanya
Ada keraguan hati yang lain memintaku untuk berhenti
Bukan pelukan masa silam yang kucari
Tapi kenyakinan adanya semangat hidup yang kuinginkan
Cukup membingungkan antara kenyakinan dengan kenyataan
Hingga aku menyadari bahwa itu memang pernah terjadi
Kusambut cahaya pagi dengan senyuman
Kudapati kau baik-baik saja
Hingga kepastian itu datang
Memihak aku atau kamu bahkan bukan kita berdua
Aku mempercayai hati penuh ketulusan
Aku menyakini hati hanya termiliki seorang saja
Tapi banyak hati mempertanyakan…
Kemanakah sebenarnya pelabuhan hatiku yang terakhir?!
Aku Ingin Jomblo 5 Februari 2009
Posted by enengnurul in Curhat.3 comments
Februari dua ribu sembilan. Dua tahun lalu aku memutuskan hubungan yang sudah tejalin selama empat tahun. Satu tahun lalu aku menjalin hubungan dengan seseorang yang baru kukenal. Tahun ini, aku memutuskan semua hubungan yang aku jalin dengan siapapun itu. Tanpa menggunakan hati nurani dan perasaan. Tanpa mau tahu apakah mereka menerima keputusanku atau tidak.
Aku tidak menuntut apa-apa. Aku hanya memohon diberi waktu sejenak untuk memikirkan dan menjalani hidupku sendiri secara penuh dengan tidak diganggu dengan yang namanya urusan asmara.
Sudah banyak yang kurusak dengan kebodohanku. Kini saatnya aku memulai lagi semuanya dari awal dengan berani meninggalkan semua yang berharga, termasuk dia dan dia. Memang egois, tapi kalau tidak seperti itu, mungkin aku akan sulit terbebas dengan penyakit “plin-plan”. Hehehehehe… banyak yang bilang atau bahkan aku merasakan diriku ini “orang yang plin-plan dan mudah merubah keputusan dalam seperseribu detik.
Nah… menurut kamu gimana? situasiku sekarang, aku dalam proses menyelesaikan skripsi, keluargaku lagi sibuk2nya menyoroti urusan asmaraku untuk segera menikah dan kini ada dua sosok adam mengikat hatiku. Sedangkan saat ini aku ingin konsen menyelesaikan kuliah dan bekerja. Untuk urusan asmara, aku siap meninggalkan semuanya. Aku ingin jomblo… karena bagiku pacaran itu merepotkan, jadi kalau ada yang bener2 siap, langsung aja nikah nggak pakek pacaran. Hihihihihi…
Terlalu Kuat Tertancap 1 Februari 2009
Posted by enengnurul in Puisiku.2 comments
Jika cinta adalah rasa
Rasa apa yang bisa kuberikan
Kawatir, rindu, sayang…
Diantara itu rasa ketulusan dan keikhlasan yang bisa kuberikan
Semua yang kuberikan tak selalu terwujud
Aku tak menuntut menerima balasan
Hanya uluran tangan menerima dan senyuman manis
Itu yang kuharapkan
Tak ada hati manapun yang sanggup mencuri belaianmu
Tak ada rasa cemasmu yang mampu menandingi amarahmu
Walau secara sengajapun aku mencoba mencari selain dirimu
Tapi kenyataannya akar yang kau tanam terlalu kuat tertancap
Di jiwa dan ragaku walau tak pernah kau siran dan rawat lagi
spesial for p2





