Ironis! 29 Januari 2009
Posted by enengnurul in Puisiku.add a comment
Aku terlahir dari di dunia dengan serba kemewahannya
Aku terdidik dalam dunia penuh religi
Tapi waktu itu hatiku terasa hampa
Karena secuil kasih sayang sulit kudapatkan
Aku mengetahui semua hal yang seharusnya belum waktunya
Hingga aku menyesali disaat semua sudah terlambat
Aku mencari pelampiasan ke hutan belantara
Hingga aku bertemu malaikat kecil membawa setangkai mawar berduri
Malaikat kecilku merubah semua garis tanganku
Hingga kini sulit kukembalikan seperti semula
Pantaskan aku dengannya?
Atau sanggupkah dia denganku?
Aku merasakan cinta yang sempurna
Hingga aku relakan semua yang seharusnya kupertahankan
Aku lebih memilih dia dari pada keluarga
Hingga akhirnya aku meninggalkan dia demi keluargaku
Keikhlasan Seluas Jagad Raya 21 Januari 2009
Posted by enengnurul in Puisiku.add a comment
Aku berada di persimpangan dua jalan
Berdiri sendiri dengan dua beban di kedua tanganku
Aku tak sanggup memilih dan meninggalkan salah satunya
Tapi hukum alam yang memaksaku harus memilih
Kini aku hanya bisa berusaha memberikan yang terbaik pada keduanya
Tanpa membedakan satu sama lain
Memberikan kisah terindah dalam hidupnya
Memberikan yang terbaik yang dapat kulakukan
Hingga waktulah yang memutuskan
Kupilih salah satunya atau bahkan tidak keduanya
Kadang hati ini teramat sakit melewati keindahan cinta ini
Pengalaman yang tak ingin kusesali di esok nanti
Jika aku boleh meminta
Berilah aku keabadian doa dengan keikhlasan seluas jagad raya
Hingga datang takdir setiap manusia menjemput
Kejelihan mataku melihat noda di balik kain putih
Ketajaman telingaku mendengar tangisan di balik gelak tawa
Keikhlasan hatiku menerima neraka kehidupan di balik surga dunia yang kuterima
Terima kasih cinta atas semua pengalaman dan kisah hidup yang kau ajarkan padaku
Hingga tiada kata penyesalan terlontar dari mulutku
Berubah Lebih Baik 7 Januari 2009
Posted by enengnurul in Puisiku.2 comments
Pilihan tidak harus tepat
Pilihan tidak harus benar
Manusia hanya bisa mililih sebatas sembilan puluh sembulan persen
Sisanya Dia yang paling menentukan
Walaupun itu hanya satu persen
Setiap hari aku belajar atas hidup orang lain
Belajar atas penderiataannya
Belajar atas kebahagiaanya
Dan tak lupa belajar atas semangatnya
Semua orang akan bersikap sesuai apa yang dia terima
Belajarlah berbuat baik jika ingin mendapat kebaikan
Belajarlah memaafkan orang lain jika ingin diampuni segala dosamu oleh pemilik kematian
Jika kita mampu memaafkan orang lain
Mari kita belajar berbuat baik kepadanya
Setiap hari kita belajar
Setiap detik kita berkomunikasi
Setiap kejadian kita belajar mengambil hikmanya
Karena dengan belajar kita berubah lebih baik
Hati Kita Bersekutu 5 Januari 2009
Posted by enengnurul in Puisiku.1 comment so far
Kau bilang masih sayang
Kau bilang masih cinta
Kau bilang ingin memelukku
Kaupun bilang ingin kembali membahagiakanku
Tapi kenapa kau ungkit semua salahku
Kau sudutkan aku seolah semua salahku
Hingga kau buat aku merasa bersalah padamu
Hingga kau berharap aku menerimamu lagi
Aku bukan kelincimu lagi
Aku bukan seperti dulu lagi
Bukan perubahan fisik yang bisa kau lihat
Cobalah lihat apa masih ada namamu dihatiku
Kini hati kita saling bersekutu
Demi tujuan penyesalan ataukah balas dendam
Ingatlah satu keinginanku
Aku tak mau jatuh lagi di lubang yang kau buat
.:. puisi ini q kirimkan buat malaikat kecilku yang kini mencoba mengumpulkan kembali serpihan hatiku .:.
Kemesraan Ini Bersemayam 4 Januari 2009
Posted by enengnurul in Puisiku.1 comment so far
Aku memasuki dunia penuh sandiwara
Saling merugikan demi pertahanan
Tanpa memberi ruang tuk saling mengenal
Bekerja dengan nafsu tanpa hati nurani
Hingga dia datang disaat semua terasa berakhir
Tiada yang membedakan diantara kami
Hanya prinsip saja yang tak perlu dipermasalahkan
Hingga suatu saat ada keajaiban dunia ke delapan mempertemukan jiwa raga ini
Entah sampai kapan kemesraan ini bersemayam
Hanya batasan kata-kata mempertemukan
Saling manatap kaca dan membisu
Jari jemari yang bisa bicarakan semua isi hati
Dunia tak selebar daun pisang
Tak seluas galaksi bima sakti
Tapi diantara itu
“SonOfMine” memberikan cahaya bagi yang menginginkannya
Thanks 4 All “Mambri Reagen Gorbachev Rumaseuw”





