Sanggup Berkata 28 Juli 2008
Posted by enengnurul in Puisiku.add a comment
Kesendirianku perngorbanan untukmu
Kesetiaanku saat kau acuhkan akan terus ada
Jika kau rela aku tinggalkan maka aku takkan rela kau mengalaminya
Sekuat mana antara keputusanmu dengan dua lampu dikakimu
Aku akan terus berjalan apapun yang terjadi
Lautan itu harus kulewati
Agar kau tak lagi hanya mendengar tangisanku
Tapi kau menemukan cara untuk ada di sisiku
Takkan kubiarkan hatimu khawatir atas ragaku
Tapi kubiarkan kau yakin atas hatiku
Jika doa diantara keikhlasan dan pengorbanan selalu ada
Apapun rezeki-Nya hati kita telah menemukan belahan jiwanya
Hingga saksi hidup sanggup berkata “mereka telah membuktikannya”
Tinggalkan Rinduku 28 Juli 2008
Posted by enengnurul in Puisiku.add a comment
Terus berjalan hanya dengan segenggam janji
Berharap bukan permainan hati
Tak sanggup lagi menagisi kerinduan
Bertahan dari seribu kekecewaan dan keraguan
Neng masih berdiri di depan pintu hatimu
Terus menunggu sampai kau persilakan masuk
Walaupun kau pergi meninggalkan hati itu
Neng masih tetap menunggu di tempat yang sama
Pembuktian apalagi yang bisa menyakinkan hati
Alasan apalagi yang perlu ditangisi tiap malam
Berapa lama tersenyum dengan keterpaksaan
Perlukah bersandiwara dan bermuka dua untuk menghibur sejenak
Selalu kuucapkan lirih namamu saat ku tak sanggup lagi membendung kerinduan ini
Tak akan ku simpan lagi rinduku yang terus dan semakin meluap
Tapi aku tinggalkan mereka untuk bersanding dengan jejak langkah kakiku
Agar kau dapat merasakan kerinduanku saat itu jika kau melewatinya
Menghapus Air Mata 28 Juli 2008
Posted by enengnurul in Curhat.add a comment
Akhirnya datang juga. Si “jenuh” si “bete” datang juga selepas neng pulang siang ini. Yach gitu dech. Sebenernya pengen posting yang buanyak di curhat ini. Tapi mau tulis apalagi. Yang jelas neng tetep masih lagi “kangen” buanget. Buat yang merasa aja. Yang biasanya selalu setia dengan blog neng ini. Kapan kategori “hatinya” terisi lagi?
Dimanapun eyang berada, semoga eyang baek2 aja. Di telinga neng tetap selalu terngiang bisikan lirih eyang “saya selalu kangen neng”. Apa saat kehabisan “bensin” itu pertemuan terakhir? Butuh waktu berapa lama neng bertahan? Apapun keputusan eyang, neng berusaha untuk tidak mengecewakan eyang. Tapi paling tidak, beri kesempatan neng untuk eyang menghapus air mata neng, sebelum kita siap mengikuti permainan waktu dan keadaan.





