jump to navigation

Aku Ingin Sembuh 11 Juli 2008

Posted by enengnurul in Puisiku.
add a comment

Senja ini aku tak dapat menuliskan seribu puisi untukmu
Jariku dibekukan oleh pesanmu yang kau lontarkan ditelingaku
Ragaku tak sanggup lagi menahan waktu yang terbuang
Disia-siakan oleh banci keparat dengan senyum manisnya

Semalam kau mendekapku dari belakang
Begitu lembut terasa hingga ku terlelap
Aku tak rela rasa ini ternoda oleh mereka
Bagaimanapun akan ku jaga dengan doa dan ketulusan

Hari ini dan seterusnya serta sampai kapanpun
Akan ku hiasi dengan coretan hanya untukmu
Ini yang terakhir aku mengumpat “pengecut” itu
Karena aku ingin hatiku sembuh dari sakitnya

Hatiku sejenak hambar saat ini
Seketika jariku tak sanggup berkata lagi
Hanya satu hal yang membuatku bertahan
“neng yakin eyang”

Jika Malam Nanti 11 Juli 2008

Posted by enengnurul in Curhat.
2 comments

Aku sudah cukup bersabar dengan semua sikap dan alasan2nya. Hari ini terakhir aku memberinya kesempatan lagi. Jika malam nanti dia tidak bisa memanfaatkan dengan baik. Ok! Neng yang akan bereskan semuanya. Hpnya nggak aktif seharian, aku hubungin di saudaranya, alasannya dia lagi nggak ada di rumah. Oke… kalu maunya dia begitu…

Gimana aku mau balik ma dia, masalah seperti ini aja dia nggak bisa selsaikan dengan tegas, mending aku yang jadi cowok dia yang jadi ceweknya! hehehehehehhe… Kenapa semua orang sibuk dengan permasalahannya aja yang dibesar2kan, kok nggak gimana cari solusi yang terbaik, efektif dan efisien, eh malah mbulet2 nggak tau “jeluntrungnya!”.

Aku tau apa yang ditakutkan oleh kedua familiku yang sempat aku percaya, tapi aku belum ngerti sebenarnya apa yang mereka cari dari permsalahanku, yang mungkin aja “menyelam di air keruh”. Moga aja mereka tidak menerima “senjata makan tuan”. Hahahahahahaha…

Aku merasa, bahwa aku hanya dimanfaatkan oleh dia aja, karena ada aku dia akan lebih baek. Jika aku sudah nggak bisa menjadikannya lebih baek dan nyaman seperti sebelumnya, apa dia masih mau memanfaatkan aku? Kalu kenyatannya emang begitu, yach… dia adalah orang yang paling rugi di dunia.

Sekarang ataupun besok dia bisa tertawa dengan kesombongan dan muka bancinya telah mendapatkan aku, tapi jangan bangga dulu, nggak semudah membalikkan telapak tangan untuk mendapatkan kunci hatiku. Apalagi yang perlu dipertahankan? Apalagi yang kamu cari dari aku? Apalagi kepuasan yang belum kamu dapat dari aku? Jika Tuhan bisa mengikhlaskan pengampunan dosamu, mengapa kamu tidak bisa mengikhlaskan batas rezeki yang telah kamu dapat?

Ketika Cinta Itu Mati 11 Juli 2008

Posted by enengnurul in Puisinya.
add a comment

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu
menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan
kamu masih menunggunya dengan setia.
Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan
kamu masih bisa tersenyum dan berkata
” aku turut berbahagia untukmu ”
Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu,
biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi.
kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan
cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati
kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Tetap Bangkit 11 Juli 2008

Posted by enengnurul in Puisinya.
add a comment

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu mendapatkan keinginannya

melainkan mereka yang tetap bangkit ketika mereka jatuh

entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan

kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri

dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada

cintamu akan tetap di hatinya

sebagai penghargaan abadi atas pilihan2 hidup yang telah kau buat

Mengingatmu 11 Juli 2008

Posted by enengnurul in Puisinya.
1 comment so far

Ketika aku mengingatmu
Kembali semua kilasan waktu
Saat aku pertama mengenalmu
dan sejak rasa ini tumbuh
Ketika aku mengingatmu
Kusadari betapa waktu jauh berlalu
Sedang aku masih diam terpaku
Tepat dimana rasa ini tumbuh
Ketika aku mengingatmu
Tak ada kebencian dalam kalbu
Ketika aku mengingatmu
Sebenarnya hati kecil ini masih menunggu

Jauhkanmu Dari Duka 11 Juli 2008

Posted by enengnurul in Puisinya.
add a comment

Aku sadar bahwa menangis takkan bisa membuatku seketika ada
Disisimu…
Aku mengerti bahwa memikirkanmu takkan bisa membuatku sekejap mata ada
Didekatmu…
Menghiburmu,
Menenangkanmu,
Mendekapmu,
Mendengarkanmu,
Aku tak bisa menahan rasa seperti ini jauh lebih lama
Menyiksaku…
Meski kini tak jua bisa kutemukan sebuah cara yang bisa
Membawaku…
Di hidupmu,
Di setiap harimu,
Di setiap langkahmu,
Di setiap mimpimu,
Saat lara menyelimuti, saat cobaan menghinggapi
atau saat apapun kamu merasa sendiri, dan sekedar ingin berbagi
Aku… merasa sungguh tak berarti
Sebab cintaku tak mampu jauhkanmu dari duka
Aku… relakan jika kau ingin pergi

Tentangku Denganmu 11 Juli 2008

Posted by enengnurul in Puisinya.
add a comment

Ini…
Adalah semua yang takkan mudah dipercaya oleh siapapun
Karna Ini:
Hanya berawal dari sesaat perjumpaan
Sesaat perkenalan dan sekejap tatapan
Terpisah oleh ribuan kilometer jarak
dan Waktu yang tak pernah bersahabat
Hanyalah tentang pengorbanan, pengertian
kepercayaan dan kesetiaan
Sedikit waktu tuk saling mencurahkan perasaan
ataupun sekedar tuk sedikit belaian sayang
Namun Ini memang tercipta bukan untuk siapapun
tak untuk dimengerti siapapun
Karna Ini hanyalah tentangku denganmu
tentang semua impian, harapan dan kebahagiaan
masa depan berdua
Dan ketika kini  t’lah berlalu
Biarkan semuanya melihat bahwa Ini
bukan hanya sekedar angin yang cepat berlalu
Ini…
Adalah kesungguhan hati
Ketulusan perasaan
ungkapan terdalam

Lewat Puisi 11 Juli 2008

Posted by enengnurul in Puisinya.
2 comments

Ceritakanlah padaku lewat puisi
Ungkapkanlah semua cerita di balik hati
Dalamnya rasa, serta semua arti
Semua pasti bisa dipahami

Jangan biarkan satu hal yang pasti
Hilang ditelan satu persepsi
Cinta ada bukan tuk berakhir memusuhi
Bercerita lah… buatku ku mengerti

Erat Memelukmu 11 Juli 2008

Posted by enengnurul in Puisinya.
add a comment

Walau sejuta puisi takkan pernah mampu menggambarkan untukmu
Seperti apa aku menyayangimu, mencintaimu, membutuhkanmu
Sejuta puisi tetap kan kutulis untukmu
Walau itu menghabiskan sepanjang waktu
Walau sejuta puisi takkan pernah bisa gantikan keberadaanku setiap kerinduanmu
Semoga sejuta puisi selalu sadarkanmu bahwa aku tak pernah jauh
Kan selalu ada kamu di hatiku, sejuta puisiku hanya kan bercerita itu
Meski tak bisa memelukmu, kau kan ingat betapa erat aku memelukmu

Rahim Samudra 11 Juli 2008

Posted by enengnurul in Puisinya.
add a comment

Adakah engkau disana sepertiku……??
memasuki dunia tanpa musim
dimana aku dapat tertawa meski tak sepenuhnya
dimana aku dapat menangis meski tak habiskan air mata
memandang burung dan ombak dari rahim samudra
yang membisikkan musim ke ujung kehidupan
cintaku…………
kau tak mengenal aku
siapa akupun kau tak tahu
tapi cintaku akan tetap tinggal
dan bekas jarinya tak akan pernah terhapus
Adakah engkau disana sepertiku…??
yang tidak mengukur kerinduan dengan sebuah tongkat yang berkilau
yang tak mampu mengucapkan kedalaman kerinduan
yang merasakan bahwa kekuatan untuk mencintai adalah tanpa batas
aku yang terkurung……mengambil sayap
tapi tak mampu mengarungi angkasa bebas
betapa sedihnya………
bila aku harus melepaskan sayap itu
dengan tanganku sendiri………
Engkau cintaku…………
aku mendengar panggilanmu dari balik lautan
dan merasakan sayap – sayapmu membelaiku
aku ingin berlari kepadamu……
namun kakiku terkurung diantara dua lampu
aku hanya bisa berdiri di sini
menangisi dan mendengarkan panggilan jiwamu

Mengikat Dua Individu 11 Juli 2008

Posted by enengnurul in Puisinya.
add a comment

Aku tahu bahwa ikatan cinta sebenarnya hanyalah merupakan sebuah hubungan yang mengikat dua individu berbeda

Bahwa ikatan cinta tidak akan pernah menjadikan dua individu yang terlahir dari lingkungan berbeda

menjadi dua sosok individu yang berkarakter identik

Tidak… tidak…

ikatan cinta tidak akan pernah dan tidak seyogyanya diasumsikan seharusnya

mengubah dua berbeda menjadi satu

Berkarakter mirip pun tidak

Aku tetaplah aku

Seperti halnya kamu tetaplah kamu

Kalau pun aku mencintaimu atau kamu mencintaiku

itu hanya perasaan kita yang bertemu

Atas dasar rasa itu

lalu baik aku ataupun kamu barulah seyogyanya berusaha mengerti seperti apa aku

seperti apa kamu

di dalam diri setiap kita masing-masing

Jika saja manusia tidak terlahir satu paket dengan ‘ego’ mungkin semua akan jadi lebih mudah bagi masing-masing ‘aku’ serta masing-masing ‘kamu’ untuk terus menerus berusaha mengerti karakter satu sama lain

Rasanya cukup mudah untuk mengamalkan sebuah kalimat yang kudengar dari sebuah film

bahwa “Cinta itu memberi dan mengerti tanpa pernah berharap untuk diberi dan dimengerti”

Nyatanya?

Ego seringkali menjadi kabut bagi hati untuk melihat dan memaknai lebih jauh

hingga seringkali menjadikan perasaan cinta sebagai sesuatu yang harus diberi dan dimengerti oleh setiap manusia yang mencintai

Benar adanya bahwa kesabaran itu berbatas

tapi adakah ego yang menjadi batasnya?

Jawaban hati ketika bijak pasti mengatakan bukan itu seharusnya

tapi inilah realita yang seringkali membatasi antara ke-tahu-an dengan ke-mau-an

Berhenti Walau Sejenak 11 Juli 2008

Posted by enengnurul in Puisinya.
add a comment

Berhenti, walau sejenak

Sekedar merenung, melamun, dan menyusun

Tidak pernah salah suatu introspeksi diri

Tidak pernah salah suatu imajinasi

Tidak pernah pula salah yang namanya ambisi

Manusia tak sempurna…

Hingga manusia harus selalu berhenti sejenak…

Sekalipun pemegang Kuasa realita bukanlah manusia

tapi semua hal terkait dengan dosa, asa, dan rencana adalah milik makluk