jump to navigation

Berantai Bunga 9 Juli 2008

Posted by enengnurul in Puisiku.
add a comment

Jabat tangan dihiasi mantra

Duduk bersebelahan berantai bunga

Para penyejuk jiwa bersaksi

Sang ahli menuntun lembaran baru

Kulit terasa dingin membelai

Wajah tertunduk penuh doa

Satu kecupan lembut penuh nafsu

Mengawali penderitaan panjang

Butuh tiga tahun belajar berjalan

Saat mampu berdiri sendiri

Tuhan memanggil jiwa tuk kembali

Hingga sampai sekarang meratapi penyesalan

Terbelenggu oleh cinta hitam

Nyaman terasa saat bukan jiwanya

Hingga malaikat datang menjemput

Aku masih terkubur di tumpukan sampah

Yang Terdalam 9 Juli 2008

Posted by enengnurul in Puisinya.
add a comment
Biarlah semua yang kuinginkan
Tak akan ku ulangi
Maafkan jika kau ku sayangi
Dan bila ku menanti
Pernahkah engkau coba mengerti
Lihatlah ku disini
Mungkinkah jika aku bermimpi
Salahkah tuk menanti
Tak kan lelah aku menanti
Tak kan hilang cinta ku ini
Hingga saat kau tak kembali
Kan ku simpan dihati saja
Ku telah tinggalkan hati yang terdalam
Hingga tiada cinta yang tersisa di jiwa
“peterpan”

Datang Tuk Berdoa “pe apei” 9 Juli 2008

Posted by enengnurul in Puisiku.
add a comment

Kaki lemas saat keluar dari rumah

Gigiku berhenti bergesekan seketika

Mataku kabur melihat apapun

Hatiku ikut risau merasakannya

Aku mematung di singgahsananya

Hanya jari jemariku yang bicara

Lidahku kaku kehabisan kata

Hanya doa yang paling berharga

Semalam kau datang dengan amarah

Siang hari kujemput dengan khawatir

Sore kau katakan duka yang terpendam

Sekarang lemas kuberbaring di jalanan

Jika ku boleh datang tuk berdoa

Pasti aku datang dengan seribu pertanyaan

Tapi semua itu hanya resiko

Kita belum sanggup melakukan sekarang